1. Wangi Fajar

Kilau emas sang surya menyapa

Diiringi paduan suara burung gereja nan merdu

Aroma wangi fajar segarkan dada

Berkobar semangat menyambut pagi


Alam berdendang menyejukkan qolbu

Semesta pancarkan pesona mesra

Semangat baru singgah di jiwa

Laksanakan amanah mulia 

Menjaga anugerah Sang Pencipta

            Metro, 27 April 2021


2. Meraih Mimpi

Cahaya bintang menggeliat penuh kharisma

Terpancar murni mengusir sunyi

Menggelorakanku meraih mimpi

Mengobarkan detak di dada untuk tetap berjuang


Kerlip manjamu penuh pesona

Mengingatkanku  kehangatan sang bunda

Kembalilah menyapa di tiap malamku

Kutitipkan rinduku padanya di nirwana

             Metro, 27 April 2021


3. Rindu Telapak Surga


Malam mengintip manja

Mengizinkan matahari keperaduan

Untaian zikir bergema merdu

Jiwa kering seketika merajut syukur


Wahai ratu malam kekasih hati

Belaian hangatmu menyengat wangi

Tersimpan erat wajah lembut sang bunda

Senyumnya melebur di jiwa

Pada Sang Pencipta terlelap bahagia

           Metro, 16 April 2021


                        4. Menyapa Pantai

Deburan ombak berirama menyapa

Mengecup pesona pantai

Camar menukik mesra lautan

Mengalunkan lagu cinta

Pohon nyiur lincah menari

Memanjakan kerlipan mata berlabuh

Menjemput pesona alam pantai

Nelayan merajut puja Pada Sang Pencipta

               Metro, 23 April 2021


5. Pesona Pantai

Pesona biru permadani samudraku 

Buih putih menebar harum ke pantai

Menggelegar memecah alam yang sunyi

Menyapa ceria sang nelayan

Samudraku setia menyapa pesona semesta

ombak berderai mencium batu karang

Gembira kembali membelai lautan

Berdebur melambai tiada henti

Meski badai menyapa dan cerah mengintip

Berpesta menyatukan tangan berzikir

Membumbung puji akan anugerah Ilahi

Metro, 23 April 2021


                                6. Doa terbaik untuk seluruh Awak Kapal KRI Nanggala 402

 

Terimakasih wahai putra terbaik bangsa

Gagah dan setia menjaga samudra negeriku

Menembus dalam indahnya lautan

Harum baktimu pada ibu pertiwi

Mengawal samudra penuh cinta

Hingga akhir menutup mata

Baktimu tetap abadi menjaga pesona lautan NKRI

Kesetiaanmu untuk negeri terukir abadi

Doa terbaikku untuk seluruh Awak Kapal KRI Nanggala 402

Metro, 26 April 2021



7. Senja Merindu

 

Camar berayun mesra

Bersahabat dengan senandung samudra

Ikan menari bersama gelombang

Pasir putih meraba manja langkah kakiku

 

Sang bayu pujaanku mengusap halus rambutku

Nyiur berdansa gemulai

Ombak mengecup lembut perahu nelayan

Pesona karang saling bercerita

Rindu menyambut sang senja

 

Metro, 15 April 2021.



 

8. Zikir Senja

Menanti Senja

Ombak bernyanyi mendayu

Surya meredup sendu

Nyiur melambai lesu

Cakrawala menggeliat senja

 

Pasir putih lunglai menyambut sang ombak

Semesta dingin sunyi

Menanti kekasih hati

KRI Nanggala 402

Zikir pada Sang Pencipta

 

Metro, 24 April 2021.



9. Pewarisku

Derap kaki gagah melangkah

Hati merona segar berbunga

Mata berbinar manja

Zikir mengalun merdu 

 

Mendekap luasnya lautan

Menikmati hangatnya deburan ombak

Berselancar gemulai di atas air

Menyelam bahagia menyapa indah dalamnya laut

 

Kutimang lembut gadis kecilku, kugenggam hangat jemarinya

Kubisikan merdu padamu buah hatiku

Penerus keindahan alam negeri nan elok, lestarikan untuk penerusmu kelak

Anugerah Sang Maha Pencipta

 

Metro, 23 April 2021



10. Alamku berduka

Derai angin mencium alam

Menyapa lembut membuai senja

Terkejut lalu terdiam akhirnya pucat terpaku

Alam cintaku terhempas lemas.

Lunglai.

 

Perpisahan begitu cepat menyapa

Sedetik tak terasa hilang canda kita

Kemana aku bermanja dibawah sejukmu

Pohon mutiaraku terbaring kaku

Terhempas sang bayu di senja nan layu

 

Metro, 12 April 2021



11. Menanti Pagi

 

Rembulan mendekap sepi

Kejora menyumput malu

Cakrawala menyepi sunyi

Rintik air berhembus gemulai

 

Kemilau embun menyapa    sang surya

Kuncup kemuning menebar keharuman

Kupu kupu meliuk manja

Memeluk lembut harumnya semesta

Awan melesat menggapai nirwana

 

Metro, 16 April



12. Dipeluk Sang Pencipta

 

Petir menghardik

Kilat menegur tak henti

Sang bayu ceria meronta

Hujan tajam menusuk

 

Alam terdiam sunyi

Lonceng malu berbunyi

Murai kelu bernyanyi

Samudra berhenti berbisik

 

Tinggikan asap dupa

Rapatkan jemari

Katupkan bibir

Getarkan hati berseru pada Ilahi

dan ... dipeluk Sang Pencipta

 

Metro, 15 April 2021


13. Senja berbunga

 

Senja berlari kecil sambil menari

Disambut merdu manja burung bersenandung

Duhai sang bayu menghepas lembut

 

Segera hadir menyapa

Sang Pencipta

Sujud berteman zikir menopangku

Alam semesta menghembuskan harum dupa melati 

 

Khusuk memohon pada Ilahi

Pancarkan sayup rona cahaya lilin

Dekapan senja terasa hangat

Bibir bergetar ucap syukur pada Mu Sang Pencipta

 

 

Metro, 15 April 2021



14. Senja berduka

 

Derai angin mencium alam

Menyapa lembut membuai senja

Terkejut lalu terdiam akhirnya pucat terpaku

Alam cintaku terhempas lemas

Lunglai…

 

Perpisahan begitu cepat menyapa

Sedetik tak terasa hilang canda kita

Kemana aku bermanja dibawah sejukmu

Pohon mutiaraku terbaring kaku

Terhempas sang bayu di senja nan layu

Metro, 12 April 2021.


15. Cinta Abadi

 

Laut luas bersenandung merdu

Ombak berdebur menggapai pantai

Pasir putih merajut langkah kita

Gelombang menggema menegur kesunyian

 

Kumenunggu kabar baik dari gelombang

Membisikkan salam rindumu

Menanti cinta yang nyata

Seperti sang nelayan merapat ke pantai

Mengarungi cinta abadi

Metro, 12 April 2021.



16. Persahabatan

 

Sampan kecil sang nelayan

Beriringan menyapa samudra

Tangguh perkasa diayun gelombang

Ombak mengecup sampan sederhana

Sang nelayan gagah bersahabat lautan luas

 

Awan biru setia memayunginya

Tiada lelah mengarungi gulungan ombak

Persahabatan dan doa tercipta

Alam semesta menjaga

Metro, 12 April 2021.


17. Memeluk Gelombang

Di tepi senja

bayanganmu hadir

Seperti ombak mencumbu pantai

Seperti nelayan kembali dari samudra

Seperti batu karang memeluk gelombang

 

Keyakinanku engkau pasti kembali

Dengan setia kumenunggumu

Dipantai ini bukti abadi

Ombak kembali ke lautan

Pada Ilahi kumohonkan terbaik untukmu

Metro, 12 April 2021.

 

18. Menunggumu

Melangkah sendiri di tepi pantai

Mengenang saat berlari bersama

Menanti khabar kapan terulang

Seperti ombak kembali menghangatkan pantai

 

Berlari kecil menyapa ombak

Berebut mencari umang umang

Bergurau menulis nama di pasir putih

Cintaku menderu laksana ombak

Pada Sang Pencipta kutitipkan doa

Kembali menyapa pantai cinta kita


Metro, 13 April 2021.


19. Merajut Rindu

Pantai pasir putih awal kita bertemu

Memandang lautan biru

Mendengar deburan ombak

Gelombang tiba dan pecah memeluk pantai

 

Ingin terulang kembali

Seperti gelombang berlari riang

Menuju pantai yang lembut

Menyambut di pelukannya

Metro, 13 April 2021


20. Rindu Menjagamu

 

Teringat hangat saat menuntunmu

Keceriaanmu menatap lautan luas

Tanganmu yang kecil menunjuk ujung samudra

Seolah mengucap untuk ke sana

 

Bertahun lamanya kini

Engkau telah jauh diujung samudra

Kurindu bersama berlari di tepi pantai

Menanti ombak membasahi tipis

 

Mendengar deburan merdunya ombak yang memecah sunyi

Melangkah harmoni di tepi pasir putih

Dipantai ini kutitipkan doa untukmu

Semoga Sang Pencipta menjagamu

 

Metro, 23 April 2021.



21. Janjiku

 

Memandang Jauh luasnya lautan

Damai dan syukur menyelimuti

Semilir bayu setia menyapa

Ombak kecil bergulung mengecup pantai

Gelombang ombak memecah batu karang

 

Dalam sunyi melantunkan desiran merdu

Mengisi qolbu bertepuk gembira

Memuja pada Sang Pencipta

Berjanji untuk selalu menjaga

Deburan ombak nan setia

Metro, 23 April 2021.


22. Pujian pada Sang Pencipta

 

Hamparan biru permadani Jauh tak bertepi

Gemuruh merdu deburan ombak menuju pantai

Sang camar merdu bersenandung

Menari gembira di tiang kapal nelayan

Kapal nelayan gemulai menari

 

Sepoi manja sang bayu  Berdesir lembut menyapa nyiur

Cakrawala tersenyum hangat

Indahnya

Jiwa bangkit merindu

Berseru pada Mu Sang Pencipta


Metro, 23 April 2021.


23. Aroma Nirwana

Damainya berselimut sang bayu

Lembutnya hempasan gelombang

Hangatnya pelukan mentari

Merdunya paduan suara ombak

 

Mengingatkan genggaman tanganmu

Melepas bayang kehadiranmu

Menanti pesona kecantikanmu

Aroma nirwana mendekat padaku

Menanti cakrawala menyapa

Merindu dekapan lembayung

Memeluk cahaya rembulan

Menyanyikan puja pada Sang Pencipta

 

Metro, 27 April 2021


24. Cinta di Qolbu

 

Berdiri tegak di bibir pantai

Panorama indah bak nirwana

Tak ingin sedetikpun memejamkan mata

Terpatri cinta di qolbu


Terlukis agung alam semesta

Tepukkan gelombang menderu

Menyapa kokohnya batu karang

Terpukau keindahan karya-Mu

 

Metro, 27 April 2021


                                25. Terpukau

Kala senja bergairah manja

Menghampiri dan memukau semesta

Bergejolak qolbu berzikir pada Ilahi

Terbentang menawan gagahnya samudra 


Di pantai pasir putih aku terpukau

Sajian alam raya penuh pesona

Buih-buih putih menari bergulung 

Ombak berdebur gemulai di bibir pantai


Nyanyian alam pelipur sunyi

Mengatupkan mata bersatu pasrah 

Menyatukan jiwa pada aroma syukur

Dan semilir angin memelukku untuk berzikir


Metro, 28 April 2021.





Komentar

  1. Indah sekali Puisinya Bu Lidia ❤️❤️

    BalasHapus
  2. Nice poems, Mom. 😍😍😍

    BalasHapus
  3. Amazing.. perpaduan kata yg indah menghasilkan sebuah puisi yg penuh sarat makna.. tetap semangat untuk terus berkarya mam..😍❤

    BalasHapus
  4. Sejuk dan menyentuh hati sekali mom puisi2nya... πŸ₯°πŸ’πŸ‘

    BalasHapus
  5. What a great poems πŸ˜‡πŸ˜‡

    BalasHapus
  6. Amazing, sangat luar biasa menyentuh hati

    BalasHapus
  7. Kata kata sederhana dirajut indah
    Memberi nuansa
    Pada jiwa
    Untuk memuja Nya
    Love you, maam.❤️❤️❤️

    BalasHapus
  8. wow, it was great... nice poem mam

    BalasHapus
  9. Nice poems....mom..πŸ‘πŸ‘πŸ’™

    BalasHapus
  10. Puisi- puisi yang menginspirasi, memotivasi, dan memberi semangat . Luar biasa Mam , I love Mam Lydia yang baik hati....terimakasih

    BalasHapus
  11. Puisi yang Luar biasa ... walaupun tidak mampu mencipta,tetapi dngn membaca puisi sungguh indah dibaca...😍

    BalasHapus
  12. Subhanalloh....., indah sekali untaian puisinya

    BalasHapus
  13. Sungguh rangkaian kata-kata yg menyejukkan dan mendamaikan hati. Cambuk utk memulai hari ini dg penuh semangat...so great mam Lidia...πŸ‘

    BalasHapus
  14. Luar biasa, kata kata yang indah dan sarat makna

    BalasHapus
  15. Sepatah dua patah kata menghayati di setiap kata yang tersirat. Sangat menginspirasi di pagi hari yang cerah ini. Terasa energi positif mengalir dengan membaca nya. πŸ™

    BalasHapus
  16. Masya Allah.... puisinya indah sekali. pemilihan diksinya good, ringan, dan sangat menginspirasi.... so sweet, mam

    BalasHapus
  17. Mom Lidia, you're such an inspiring woman 😘 what a beautiful poems.. Thanks for sharing 😍

    BalasHapus
  18. Amazing, luar biasa meninpirasi mom

    BalasHapus
  19. So beautiful poems mom, and every lines so sweetly and meaningfully. πŸ€—

    BalasHapus
  20. Luar Biasa Puisinya buu pemilihan kata yang indah ...terus berkarya ya buu

    BalasHapus
  21. Mana yang hasil karya Bu Fransiska,. Srikandi nya kota metro dalam puisi

    BalasHapus
  22. Luar biasa IBu.. puisi yang sangat luar biasa.sangat menginpirasi sekali.

    Alam pun ikut menangis melihat para pejuang gugur di kapal KRI Nanggala 402. Semoga para pejuang tsb tenang dialam sana.

    Semoga yang ditinggalkan tetap kuat, tegar menerima kenyataan ini dan selalu diberi kemudahan dalammdalam . aamiin...

    BalasHapus
  23. Mam Lidia...
    Luar biasa disela sela kesibukannya sebagai pengawas masih sempat berkarya....
    Semoga sukses selalu mam Lidia...
    πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸ₯°

    BalasHapus
  24. Wah bisa dibukukan ini bu πŸ™ŒπŸ‘

    BalasHapus
  25. Thanks for inspiring us, Ma'am...πŸ₯°

    BalasHapus
  26. Beautiful poems mom πŸ‘πŸ’œ luar biasa, terus menyebarkan inspirasi mon πŸ™‚

    BalasHapus
  27. Amazing pokoke, Mom Lidia πŸ₯°πŸ˜

    BalasHapus
  28. Beautiful poems..
    It touches my hearthπŸ’œ

    BalasHapus
  29. Menggelitik syahdu...
    Membawa kita seolah berada d dalamnya
    Luar biasa Mam Lidia...sangat menginspirasiπŸ₯°

    BalasHapus
  30. Sang pemerhati alam yang baik

    BalasHapus
  31. Sang pemerhati alam yang baik

    BalasHapus
  32. Puitis sekali mam, keren. Bisa dijadikan antologi puisi. Selalu menginspirasi. Trims mam

    BalasHapus
  33. Luar biasa karya puisi Mom Lidia, diksi sangat bagus dalam mengekspresikan perasaan, pengamatan terhadap objek yang dideskripsikan, pernggunaan majas variatif, makna kata begitu dalam dan menyentuh perasaan, pesan dari puisi sampai kepada pembaca. Sosok pengawas yang sangat menginspirasi guru-guru di kota Metro. Sukses terus untuk Mom Lidia, jangan pernah berhenti untuk berkarya.

    BalasHapus
  34. Kerren mom Lidia Endisulandari... pengawas yg kreatif dan inovatif. Tetaplah semangat dn selaku menginfisas...❤i

    BalasHapus
  35. MaasyaAllah..
    Keren banget mom..
    Semakin produktif di masa pandemi..
    Sukses slalu ya mom..πŸ‘πŸ‘πŸ€—

    BalasHapus
  36. bagus sekali puisi2nya bu....begitu dalam yg tersirat dibalik kata2 yg indah dan lembut....pokoknya jempol 10 untuk bu Lydia

    BalasHapus
  37. Super mom puisinya, sangat menyentuh di hatì.

    BalasHapus
  38. Super mom Lidia aku sampe twrharu..

    BalasHapus
  39. The best supervisor we have...
    We're proud of you, mom

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bersemi di Webinar